Tugas II Bahasa Indonesia 2 – Resensi (game)

Resensi game: Brave Frontier

Brave Frontier adalah game bergenre RPG (Role Playing Game) yang bisa dimainkan di telpon seluler dengan sistem operasi Android atau iOS (untuk iPhone). Pertama kali diluncurkan oleh perusahaan Alim untuk versi Jepangnya, lalu oleh perusahaan Gumi Asia untuk versi globalnya pada bulan Desember 2013.

Game ini berlatar pada masa medieval, di mana jubah perang dan sihir berperan besar. Dunia yang kita tinggali sedang dalam kekacauan karena perang yang terjadi antara manusia dengan dewa-dewa. Dewa-dewa tidak menyukai apa yang umat manusia perbuat dengan bumi, maka dari itu mereka memutuskan untuk menghukum manusia dengan cara memusnahkannya. Karena kekuatan manusia tak sebanding maka sebelum masa sekarang, banyak terjadi pertumpahan darah. Namun, ada beberapa dewa yang mendukung manusia dan memberi mereka kekuatan khusus untuk menandinginya, sehingga tercapailah masa damai pada zaman sekarang (saat kita memulai game).

Manusia yang diberi kekuatan khusus itu disebut Summoner, yang mempunyai kekuatan khusus dapat memanggil pahlawan dari dunia lain untuk ikut membantu kita mengalahkan kejahatan yang menguasai dunia yang kita tinggali. Pahlawan atau yang biasa disebut unit ini dapat kita panggil dengan gems, yang dapat kita peroleh dengan membeli secara online atau mendapatkannya dengan menyelesaikan misi-misi. Setiap unit memiliki cerita tersendiri tentang mengapa mereka terjun ke medan perang dan dengan kemampuan berbeda-beda pula. Nantinya unit ini dapat berevolusi ke bentuk yang lebih kuat, dengan mengumpulkan evolution unit dan membayar sejumlah zel (mata uang dalam game). Evolusi ini berguna untuk mengalahkan musuh yang semakin kuat dengan bergulirnya cerita semakin jauh.

Untuk melanjutkan cerita kita harus menyelesaikan misi-misi atau babak cerita, dengan melalui pertarungan. Di sinilah kemampuan unik masing-masing unit berfungsi. Untuk mengalahkan musuh tertentu, dibutuhkan kemampuan unit-unit tertentu pula. Inilah kelebihan game ini, sebab unit yang tersedia ratusan dan masing-masing memiliki karakterisasi yang unik. Setiap unit juga memiliki ceritanya sendiri-sendiri. Serta gambar setiap unit yang seperti komik jepang, yang hidup dan mampu kita kendalikan membuat game ini seperti animasi Jepang yang kita sendiri ikut berperan di dalamnya.

Ceritanya juga tidak kalah menarik. Walaupun tema seperti dewa-dewa di budaya Jepang sana sudah tidak asing, namun yang unik adalah di sini kita melawan mereka (justru bukan menyembah mereka). Semakin cerita berlanjut semakin menarik alurnya sebab cerita bahwa dewa-dewa tersebut menyerang manusia, tidak sesimpel itu. Ternyata ada pihak lain yang menghasut dewa-dewa tersebut dan ada beberapa dewa yang memiliki kepentingannya sendiri dalam cerita tersebut. Untuk lebih lanjutnya tentu harus memainkan game ini.

Di sisi negatifnya, meskipun game ini sangat menarik, namun untuk menambah unit-unit yang kita perlukan kita harus memiliki gems. Bila gems yang kita dapatkan secara gratis habis, maka kita harus membelinya. Harga satu gems kurang lebih sama dengan Rp. 8.300,-. Untuk mendapatkan 1 unit kita harus menghabiskan 5 gems. Bisa kita bayangkan berapa uang yang harus kita keluarkan hanya untuk sebuah kesenangan seperti game bukan? Untuk ukuran Indonesia, masih terlalu mahal.

Game ini juga menghabiskan banyak memori di ponsel Anda. Berukuran 700 sampai dengan 800 MB, tidak cocok untuk ponsel dengan kapasitas memori yang sedikit. Dan bila dibandingkan dengan game ponsel lainnya, saat kita memainkan game ini baterai ponsel sangat cepat habis. Maka sudah jelas, game ini dikhususkan untuk ponsel canggih dengan memori besar dan baterai yang tahan lama. Sekian resensi ini dibuat, semoga bermanfaat. Terima kasih 🙂

maxresdefault
Evolusi dari unit
313
Unit bernama “Rashil”
bf_01
Contoh pertarungan

Tugas I Bahasa Indonesia – Liburan

Hadiah untuk Ibu di Bali

Pada awal 2014 saya dan sekeluarga berlibur ke Bali setelah sekian lama kami tidak pernah pergi untuk liburan bersama lagi. Terutama setelah Ayah saya meninggal pada akhir tahun 2012. Dari jauh hari kami sudah mempersiapkan akan bagaimana perjalanan liburan kali ini. Mulai dari penginapan sampai dengan tempat wisata mana kah yang akan kami kunjungi selama di sana.

Betapa beruntungnya kami karena ternyata ada saudara ipar yang mempunyai villa di daerah Uluwatu dan bersedia untuk meminjamkannya, sehingga biaya penginapan yang biasanya memakan sepertiga atau lebih dari seluruh biaya perjalanan bisa dihemat. Sedangkan untuk urusan transportasi dan konsumsi – sayangnya — keluar dari kocek kami sendiri (hehe). Tanggal 20 Februari siang hari dengan pesawat kami berangkat dan sampai di bandara Ngurah Rai saat sore hari. Sebenarnya bertepatan dengan tanggal itu adalah ulang tahun Ibu kami dan liburan ini salah satu hadiah untuk beliau. Dengan mobil sewaan, kami langsung menuju restoran Italia di daerah Seminyak untuk makan malam perayaannya.

Hari berikutnya tanggal 21 Februari, kami sudah memutuskan untuk berkunjung ke Taman Safari Bali & Marine Park yang terletak di daerah Gianyar. Ternyata perjalanan sekitar sejam untuk mencapai tempat itu tidak sia-sia, sebab selain kebersihan tempatnya terjaga, koleksi faunanya termasuk lengkap untuk negara tropis seperti kita ini. Sungguh kesempatan yang tidak boleh dilewatkan bila kita berada di Bali. Sore harinya kami menyempatkan diri jalan-jalan santai di pantai Kuta, juga sekaligus untuk makan malam. Menyaksikan matahari terbenam di pantai Kuta ditemani dengan cuaca yang ramah merupakan pengalaman pertama bagi saya.

Tanggal 22 Februari, dengan niat untuk berenang dan bermain-main, kami mencoba untuk mencicipi pantai lainnya, yakni pantai Pandawa. Sekali lagi kami beruntung sebab pantai ini airnya jernih, termasuk pantai yang bersih, dan tidak terlalu ramai saat pagi itu. Sayangnya, hujan menerpa saat siang tiba sehingga kami memutuskan untuk menyudahi dan berlanjut untuk makan siang. Sore hari kami habiskan dengan berjalan-jalan di mall yang dekat dengan pantai Kuta. Ternyata mall tersebut mempunyai taman di lantai atasnya dan kami sekeluarga sekali lagi menyaksikan matahari terbenam di pantai Kuta. Hanya saja kali ini dari tempat yang lebih spesial, dari ‘taman gantung’.

Esok harinya tanggal 23 Februari, Pantai Dreamland adalah tujuan kami hari itu. Terletak di daerah Pecatu, pantai ini masuk dalam kawasan resort yang sangat luas dan kabarnya milik anak mantan presiden Indonesia. Sayangnya untuk masuk pantai tersebut kami harus membayar biaya yang cukup mahal, jadilah kami menemukan jalan pintas masuk lainnya. Sayangnya, jalan tersebut (yang dialiri muara kecil dari pantai di sampingnya) termasuk kotor dan berbau tak sedap. Setelah masuk, kami menyadari bahwa pantai ini lebih cocok bagi para peselancar sebab ombaknya tinggi. Tujuan kami adalah bermain air dan berenang, sehingga kami memutuskan pindah lokasi ke pantai Pandawa. Akhirnya kami bisa merasa puas bermain-main dengan air dan matahari yang cerah sepanjang hari itu.

Begitulah sekilas dari pengalaman liburan keluarga kami di Bali. Terima kasih

Camera 360

IMG-20140223-WA0011

IMG-20140220-WA0000

Tugas I Pendidikan Kewarganegaraan – Hak Asasi

Nama: Fariz Gibran (1A213866)

Kelas: 2EA10

 

PENDAHULUAN (ARTIKEL):
Liputan6.com, Baghdad – Ali Hussein Kadhimer masih beruntung, terhindar dari maut, saat militan Negara Islam Irak Suriah yang dikenal dengan sebutan ISIS, melakukan eksekusi massal terhadap ratusan tentara Irak.
Ali pun menceritakan bagaimana detik-detik dirinya nyaris mati dalam pembantaian. Ia berhasil selamat dengan berpura-pura mati.

Ketika itu, beber dia seperti dimuat New York Times, Jumat (5/9/2014), 770 orang di lima lokasi di Tiktrit, Irak meregang nyawa di tangan kelompok militan itu pada bulan Juni lalu.

Ali yang merupakan tentara Syiah ditangkap militan ISIS bersama ratusan tentara lainnya. Ia dibawa ke lapangan kompleks di Tikrit — di mana Saddam Hussein pernah tinggal.
Lanjut dia, para militan kemudian memisahkan tentara Sunni dan Syiah. Kaum Sunni diizinkan bebas. Sedangkan kaum Syiah disuruh membentuk barisan untuk dieksekusi.
Ali berada di urutan ke-4.

Ketika eksekutor menembak orang pertama, darah langsung menyembur ke wajah Ali. “Aku teringat akan anakku, ia seakan memanggil, ‘Ayah, ayah’,” ujar pria itu.

Lalu tiba giliran Ali untuk dieksekusi, sang eksekutor mengarahkan pistol laras panjang ke kepala Ali dan Dor…!!! Tembakannya ternyata meleset.

Peluru hanya lewat pelipisnya. Namun Ali pura-pura menjatuhkan diri seolah-olah tertembak.

“Aku hanya pura-pura mati setelah ditembak,” tegas dia. Keputusan itu akhirnya menyelamatkan dirinya.
Ketika eksekutor telah menembaki seluruh tahanan, cerita dia, eksekutor masih berjalan di antara tubuh-tubuh berlumuran darah. Ada yang masih luka parah, namun masih bernafas.

“Biarkan dia menderita. Dia seorang Syiah kafir. Biarkan dia menderita, biarkan dia berdarah,” tiru Ali menirukan ucapan seorang militan ISIS. “Pada saat itu, aku memiliki keinginan besar untuk hidup,” kata pria 23 tahun itu.

Ali pun menunggu 4 jam berpura-pura mati, sebelum melarikan diri saat gelap dan dirasa cukup aman. Ia pun berhasil sampai ke tepi sungai Tigris yang berjarak 200 meter dari tempat eksekusi.

Pria berperawakan kurus itu kemudian bertemu dengan seorang pria bernama Abbas, yang terluka akibat ditembak militan yang membuangnya ke sungai. Selama 3 hari, Ali bersama Abbas menghabiskan hari dengan makan serangga dan tanaman.
“Aku mencari ulat, membuang kepalanya, lalu memakannya,” jelas dia.
Namun Abbas yang tubuhnya terluka parah tidak bisa bergerak dan memakan apapun.”Tiga hari itu seperti berada dalam neraka,” ingat dia.

Segera Ali mulai merencanakan pelariannya, Abbas yang semakin lemah tidak bisa mengikutinya. Ia pun meminta Ali untuk kembali menjemputnya, meskipun tahu dirinya yang terluka parah tak akan selamat.

“Biarkan semua orang tahu apa yang terjadi di sini,” pesan Abbas kala itu.
Ayah dari 2 orang anak ini kemudian menyeberangi sungai. Ia menyelam agar gerakannya tak diketahui ISIS. Namun area di seberang sungai itu adalah kawasan Sunni. Ia pun takut, karena aliran itu merupakan bagian dari kelompok pembantai tersebut.
Namun warga Sunni yang ditemui pertama kali ternyata baik hati. Ia diberikan tomat dan roti untuk dimakan. Lalu ia diperingati.
“Kalau kamu pergi, kamu akan mati ditembak. Kalau kamu di sini, juga akan mati. Kalau kamu lewati jembatan itu, kamu juga akan mati. Kamu adalah mayat hidup,” beber pria berjambang itu mengikuti perkataan si Sunni baik hati.
“Aku tinggal di rumah warga Sunni baik hati itu 3 hari. Mereka tak seperti orang-orang Sunni yang selama ini digambarkan. Tiga hari di tempat itu, ISIS mengetahui keberadaannku. Mereka mencariku, tapi tak tahu aku ada di rumah yang mana,” ungkap dia.
Sambung Ali, keluarga Sunni itu lalu membawaku ke Kota Al-Alam. Dengan bantuan orang asing, ia pun dibantu ke tempt aman.

Ali bersyukur akhirnya bisa selamat dan berkumpul kembali bersama istri dan putrinya di rumahnya di Irak bagian selatan. Ia pun menjadi satu-satunya saksi hidup dan menceritakan kisahnya kepada dunia.

Sejumlah pejabat Irak dan Ali yakin bahwa ISIS telah menewaskan 1.700 tentara Syiah, kekejaman yang lebih mengerikan daripada apa yang dilakukan pemerintahan Saddam Hussein pada tahun 2006 dan 2007. Ali juga meyakini masih ada ratusan tentara lainnya yang disandera ISIS di Tikrit. (Imelia Pebreyanti/Ein)

 

ANALISA:

Di dalam pasal 3 Deklarasi Universal terdapat yang berisi mengenai Hak-Hak Asasi Manusia. Pasal ini menyatakan “Setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai individu.” Pada sumber lain, yaitu Konvenan Internasional Hak-hak Sipil dan Politik, menyatakan bahwa tindakan terorisme yang merenggut hak untuk hidup manusia adalah pelanggaran HAM. Hak ini telah diakui oleh Majelis Umum PBB sejak tanggal 16 Desember 1966.

Perkembangan tindakan terorisme dari tahun ke tahun yang semakin besar akhirnya digolongkan oleh PBB sebagai kejahatan internasional karena skalanya yang makin besar dan terjadi di berbagai negara.  Sebagai contohnya yang dilakukan oleh ISIS/IS pad artikel di atas. Bukan hanya di Irak, mereka juga melakukan tindakan terorisme yang melintasi batas negara, seperti di Lebanon, Syria, Libya, dan Nigeria. Mereka merekrut anggotanya dari negara-negara lain, di luar yang telah disebutkan sebelum ini. Bahkan dari Jepang, Korea sampai Indonesia.

Maknanya pun bergeser dari crime against state atau kejahatan terhadap negara, sekarang termasuk crime against humanity karena banyak manusia terlibat di dalamnya. Untuk menciptakan teror, mereka menggunakan kekerasan dan ancaman yang akhirnya melukai masyarakat tak berdosa. Sungguh sangat melanggar hak asasi manusia perbuatan keji mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia maupun pemerintah di negara-negara lain harus menyatukan kekuatan demi mengalahkan gerakan teroris yang mengancam HAM ini.

Sekian dan terima kasih

Sumber: http://news.liputan6.com/read/2101307/pura-pura-mati-tentara-irak-lolos-eksekusi-isis

 

Tugas II Ekonomi Koperasi (Bab 4,5,6)

Fariz Gibran (1A213866)

BAB IV: TUJUAN DAN FUNGSI KOPERASI

  1. Pengertian Badan Usaha

Badan usaha adalah kumpulan dari hukum, eknis dan ekonomis yang mempunyai tujuan untuk mencari laba. Badan usaha sering kali disamakan dengan perusahaan, meskipun maknanya berbeda. Perbedaannya adalah, badan usaha adalah lembaga, sedangkan perusahaan adalah tempat dimana badan usaha itu mengelola factor produksinya.

  1. Koperasi sebagai Badan Usaha

Menurut UU No. 25 Tahun 1992, Koperasi merupakan badan usaha. Koperasi tetap mematuhi kaidah-kaidah perusahaan dan juga prinsip ekonomi yang berlaku. Koperasi juga sebagai bagian dari badan usaha yaitu kombinasi manusia, asset-aset fisik maupun non fisik.

Ciri utama yang membedakan koperasi dan badan usaha non koperasi adalah letak posisi anggotanya. Menurut UU No. 25 Tahun 1992, dikatakan bahwa anggota koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi tersebut.

  1. Tujuan dan Nilai Koperasi

Definisi tujuan perusahaan  menurut Prof Wiliam F. Glueck ( 1984 ) merupakan hasil akhir yang divari organisasi melalui eksistensi dan juga operasinya.

Alasan Glueck mengapa organisasi harus mrmpunyai tujuan , yaitu :

  • Tujuan dapat membantu mendefinisikan oraganisasi dalam ruang lingkupnya ( lingkungannya ).
  • Tujuan dapat membantu mengkoordinasi keputusan dan pengambilan keputusan.
  • Tujuan juga menyediakan norma untuk menilai pelaksanaan prestasi yang didapat oleh organisasi.
  • Tujuan merupakan sasaran yang nyata daripada misi.

Dalam menentukan tujuan perusahaan, perlu memperhatikan berbagai factor, yaitu pihak yang terlibat maupun tidak terlibat dalam perusahaan, mempertimbangkan kepemilikan modal, pekerja, konsumen, dan juga lingkungan masyarakat dan pemerintah.

Tujuan biasanya diumumkan menjadi 3 jenis, yakni :

  • Memaksimalkan keuntungan ( maximize profit )
  • Memaksimalkan nilai perusahaan ( maximize the value of the firm )
  • Meminimalkan biaya
  1. Mendefinisikan Tujuan Perusahaan Koperasi

Tujuan koperasi adalah sebagai perusahaan atau badan usaha yang bukan  hanya berorientasi pada laba (profit oriented),tetapi juga berorientasi pada manfaat (benefit oriented). Karena itu, manajemen koperasi tidak mengejar keuntungan sebagai tujuan perusahaan karena manajemen koperasi didasari atas pelayanan (service at cost).

  1. Keterbatasan Teori Perusahaan

Tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan, namun tujuan ini mendapat kritik yang dinilai sempit dan juga tidak realistis.

Berikut adalah beberapa kritik tersebut, yaitu :

  • Tujuan Perusahaan adalah memaksimalkan penjualan (maximize of sales). Model ini diperkenalkan oleh Willian Banmold yang mengatakan bahwa manajer akan memaksimalkan penjualan setelah keuntungan yang diperoleh telah memadai guna memuaskan para pemegang saham.
  • Tujuan Perusahaan adalah untuk memaksimalkan penggunaan manajemen. Teori ini diperkenalkan oleh Oliver Williamson yang mengatakan bahwa sebagai akibat dari adanya pemisahan manajemen dengan pemilik , sedangkan para manajer lebih tertarik untuk memaksimalkan penggunaan manajemen yang diukur dari kompensasi seperti gaji, tunjangan tambahan dan sebagainya daripada memaksimalkan keuntungan perusahaan.
  • Tujuna Perusahaan adalah untuk memuaskan suatu hal dengan berusaha keras. Teori ini dikembangkan oleh Herbet Simon. Didalam perusahaan yang sangat kompleks, tugas manajemen menjadi sangat rumit karena kekurangan data, sehingga manajer tidak dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan, melainkan anya dapat berjuang saja.
  1. Teori Laba

Di dalam perusahaan koperasi, Laba biasanya disebut engan Sisa Hasil Usaha (SHU). Menurut teori laba, tingkat keuntungan pada setiap perusahaan biasanya akan berbeda.

Terdapat beberapa teori yang menerangkan perbedaan tersebut, yaitu :

  • Teori Laba Menanggung Resiko

Menurut teori ini, keuntungan ekonomi yang didapat diatas normal akan diperoleh dengan resiko diatas rata-rata.

  • Teori Laba Frisional.

Teori ini menerangkan bahwa keuntungan akan meningkat sebagai suatu hasil dari friksi keseimbangan jangka panjang.

  • Teori Laba Monopoli

Teori ini menerangkan bahwa beberapa perusahaan denga kekuatan monopoli dapat membatasi output/ hasil produksi dan menekankan harga lebih tinggi bila perusahaan beroperasi dalam kondisi persaingan sempurna.

  1. Fungsi Laba

Laba yang tinggi merupakan tanda bahwa konsumen sedang menginginkan produksi yang lebih drai suatu industry. Sebaliknya laba yang rendah ( rugi ) adalah tanda bahwa konsumen sedang menginginkan kurang dari produk yang dihasilkan. Laba dapat member pertanda untuk realokasi sumber daya yang dimiliki masyarakat.

  1. Kegiatan Usaha Koperasi

Faktor kunci sukses kegiatan usaha koperasi yakni :

  • Status dan motif anggota koperasi
  • Bidang usaha bisnis yang dijalani
  • Modal koperasi
  • Manajemen koperasi
  • Organisasi koperasi
  • Sistem Pembagian SHU

Berikut adalah Status dan Motif Anggota :

  • Anggota sebagai pemilik dan pengguna
  • Pemilik : yang menanamkan modal investasi
  • Konsumen : memanfaatkan pelayanan usaha koperasi
  • Kriteria minimal adalah anggota koperasi

Tidak berada dibawah garis kemiskinan dan memiliki potensi ekonomi.

Memiliki pendapatan yang pasti.

Permodalan Koperasi :

  • UU 25/992 Pasal 41 : Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman.
  • Modal sendiri : simpanan pokok anggota, simpanan wajib, dana cadangan, donasi atau dana hibah.
  • Modal Pinjaman : bersumber dari anggota, koperasi atau perusahaan lainya, bank atau lembaga lainnya, pnerbitan obligasi dan surat hutang lainnya dan sumber lainnya yang sah.

Alternatif Pemenuhan Modal adalah :

  • Prinsip ALokasi Flow Permodalan

Dana jangka pendek : digunakan untuk pembiayaan modal kerja

Dana jangka panjang : digunakan untuk modal investasi

  • Melakukan pendekatan model badan usaha non koperasi/swasta/persero atas saham kepemilikan.
  • Akses permodalan pinjaman dan bantuan dari luar negeri.

BAB V: SISA HASIL USAHA

Pengertian SHU menurut UU No.25/1992, tentang perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah :
Sisa Hasil Usaha Koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lain, termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan.

SHU bukanlah deviden yang berupa keuntungan yang dipetik dari hasil menanam saham seperti yang terjadi pada PT, namun SHU merupakan keuntungan usaha yang dibagi sesuaidengan aktifitas ekonomi anggota koperasi. Sehingga besaraan SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, besar dan kecilnya nominal yang didapat dari SHU tergantung dari besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Maksudnya adalah semakin besar transaksi anggota dengan koperasinya, maka semakin besar pula SHU yang akan diterima oleh anggota tersebut. Hal ini jelas berbeda dengan perusahaan swasta, dimana deviden yang diperoleh oleh pemilik saham adalah proporsional, tergantung dengan besarnya modal yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan badan usaha lainnya. Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan dengan rumus setelah mengetahui hal-hal yang tercantum dibawah ini

1.        SHU total kopersi pada satu tahun buku
2.        Bagian (persentase) SHU anggota
3.        Total simpanan seluruh anggota
4.        Total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota
5.        Jumlah simpanan per anggota
6.        Omzet atau volume usaha per anggota
7.        Bagian (persentase) SHU untuk simpanan anggota
8.        Bagian (persentase) SHU untuk transaksi usaha anggota.

Rumus Pembagian SHU : SHU Koperasi = Y + X

Keterangan :
SHU Koperasi : Sisa Hasil Usaha per Anggota
Y : SHU Koperasi yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi
X : SHU Koperasi yang dibagi atas Modal Usaha

•    Dengan model matematika, SHU Koperasi per anggota dapat dihitung sebagai berikut:

SHU Koperasi AE : Ta/Tk (Y) | SHU Koperasi MU : Sa/Sk (X)

Keterangan :
Y : Jasa usaha anggota koperasi
X : Jasa modal anggota koperasi
Ta : Total transaksi anggota koperasi
Tk : Total transaksi koperasi
Sa : Jumlah simpanan anggota koperasi
Sk :Total simpanan anggota koperasi

Berikut ini adalah 4 hal yang menjadi Prinsip SHU Koperasi  :

1. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota.
Pada umumnya SHU yang dibagikan kepada anggota koperasi, bersumber dari anggota itu sendiri.
Sedangkan SHU yang sifatnya bukan berasal dari transaksi dengan anggota pada dasarnya tidak dibagi kepada anggota, tetapi dijadikan sebagai cadangan koperasi. Dalam hal ini sebuah koperasi tertentu, bila SHU yang bersumber dari non anggota cukup besar, maka rapat anggota dapat menetapkannya untuk dibagi secara merata selama pembagian tersebut tidak mengganggu likuiditas koperasi.

Pada koperasi yang pengelolaan dan pembukuannya sydah bai, pada umumnya terdapat pemisahan sumber SHU yang asalnya dari non-anggota. Oleh karena itu, langkah pertama yang dilakukan dalam pembagian SHU adalah melakukan pemisahan antara yang bersumber dari hasil transaksi usaha dengan anggota dan yang bersumber dari non-anggota.

2. SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
SHU yang diterima oleh setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif dari modal yang diinvestasikannya dan dari hasil transaksi yang dilakukan anggota koperasi. Oleh karena itu, dibutuhkan penentuan  proporsi SHU untuk jasa modal dan jasa transaksi usaha yang akan dibagikan kepada para anggota koperasi.

Dari SHU bagian anggota koperasi, harus ditetapkan beberapa persentase untuk jasa modal, misalkan 30% dan sisanya sebesar 70% berarti digunakan untuk jasa usaha. Sebenarnya belum ada formula yang baku mengenai penentuan proporsi jasa modal dan jasa transaksi usaha, tetapi hal ini dapat dilihat dari struktur pemodalan koperasi itu sendiri.
Apabila total modal sendiri yang dimiliki koperasi sebagian besar bersumber dari simpanan-simpanan anggota (bukan dari donasi ataupun dana cadangan), maka disarankan agar proporsinya terhadap pembagian SHU bagian anggota diperbesar, tetapi tidak akan melebihi dari angka 50%. Hal ini harus diperhatikan untuk tetap menjaga karakter yang dimiliki oleh koperasi itu sendiri, dimana partisipasi usaha masih lebih diutamakan.

3. Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan dan terbuka.
Proses perhitungan SHU per-anggota dan jumlah SHU yang dibagi kepada anggota harus diumumkan secara transparan dan terbuka, sehingga setiap anggota dapat dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa besaran partisipasinya kepada koperasi. Prinsip ini pada dasarnya juga merupakan salah satu proses pendidikan bagi anggota koperasi dalam membangun suatu kebersamaan, kepemilikan terhadap suatu badan usaha, dan pendidikan dalam proses demokrasi. Selain itu juga untuk mencegah kecurigaan yang dapat timbul antar sesama anggota koperasi.

4. SHU anggota dibayar secara tunai
SHU yang dibagikan per anggota haruslah diberikan secara tunai, karena dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra bisnisnya.


BAB VI: POLA MANAJEMEN KOPERASI

A. Pengertian Manajemen dan Perangkat Organisasi
Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya berjudul “ The Cooperative Movement and some of its Problems” yang mengatakan bahwa : “Cooperation is an economic system with social content”. Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.

B. Rapat Anggota
Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baaik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi. Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan:
• Anggaran dasar
• Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi
• Pemilihan/pengangkatan/pemberhentian pengurus dan pengawas
• Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
• PembagianSHU
• Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.
C. Pengurus
Menurut Leon Garayon dan Paul O. Mohn dalam bukunya “The Board of Directions of Cooperatives” fungsi pengurus adalah:
• Pusat pengambil keputusan tertinggi
• Pemberi nasihat
• Pengawas atau orang yang dapat dipercaya
• Penjaga berkesinambungannya organisasi
• Simbol
D. Pengawas
Tugas pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijaksanaan pengurus, serta membuat laporan tertulis tentang pemeriksaan.
E. Manajer
Peranan manajer adalah membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya; mengelola sumberdaya secara efisien, memberikan perintah, bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
F. Partisipasi Anggota
Partisipasi Anggota yang efektif dipengaruhi oleh :
• Kesesuaian antara Output program koperasi dengan kebutuhan dan keinginan para anggotanya
• Permintaan anggota dengan keputusan – keputusan pelayanan koperasi
• Tugas koperasi dengan kemampuan manajemen koperasi
G. Pendekatan Sistem Pada Koperasi
Menurut Draheim koperasi mempunyai sifat ganda yaitu:
• organisasi dari orang-orang dengan unsur eksternal ekonomi dan sifat-sifat sosial
(pendekatan sosiologi).
• perusahaan biasa yang harus dikelola sebagai layaknya perusahaan biasa dalam ekonomi pasar (pendekatan neo klasik).

Interprestasi dari Koperasi sebagai Sistem
– Kompleksitas dari perusahaan koperasi adalah suatu sistem yang terdiri dari orang-orang dan alat-alat teknik. Sistem ini dinamakan sebagai Sicio Technological system yang selanjutnya terjadi hubungan dengan lingkungan sehingga dapat dianggap sebagai sistem terbuka, sistem ini ditujukan pada target dan dihadapkan dengan kelangkaan sumber-sumber yang digunakan.

Cooperative Combine
– Adalah sistem sosio teknis pada substansinya, sistem terbuka pada lingkungannya, sistem dasar target pada tugasnya dan sistem ekonomi pada penggunaan sumber-sumber.
– Semua pelaksanaan dalam keseluruhan kompleks dan pengaruh eksternal, dipengaruhi oleh hubungan sistem, demikian juga dilihat dari sudut pandang ekonomi, tidak cukup hanya melaksanakan koperasi secara ekonomis saja, tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota tetapi juga berhubungan dengan hubungan antar manusia dalam kelompok koperasi dan antara anggota dengan manajemen perusahaan koperasi dalam lapangan lain.
Contoh Cooperative Interprise Combine :
Koperasi penyediaan alat pertanian, serba usaha, kerajinan, dan industri.

Tugas Usaha pada Sistem Komunikasi (BCS)
– The Businnes function Communication System (BCS) adalah sistem hubungan antara unit-unit usaha anggota dengan koperasi yang berhubungan dengan pelaksanaan dari perusahaan koperasi untuk unit usaha anggota mengenai beberapa tugas perusahaan.

Sistem Komunikasi antar Anggota ( The Interpersonal Communication System (ICS))
– ICS adalah hubungan antara orang-orang yang berperan aktif dalam unit usaha anggota dengan koperasi yang berjalan.
– ICS meliputi pembentukan/terjadi sistem target dalam koperasi gabungan
Sistem Informasi Manajemen Anggota
– Koordinasi dari suatu sistem yang ada melicinkan jalannya Cooperative Combine (CC), koordinasi yang terjadi selalu lewat informasi dan dengan sendirinya membutuhkan informasi yang baik.
– Manajemen memberikan informasi pada anggota, informasi yang khusus untuk penganalisaan hubungan organisasi dan pemecahan persoalan seoptimal mungkin.

Dimensi Struktural dari Cooperative Combine (CC)
– Konfigurasi ekonomi dari individu membentuk dasar untuk pengembangan lebih lanjut.
– Sifat-sifat dari anggota = sifat dari orang atau anggota organisasi serta sudut pandang anggota
– Intensitas kerjasama =semakin banyak anggota semakin tinggi intensitas kerjasama atau tugas manajemen.
– Distribusi kemampuan dalam menentukan target dan pengambilan keputusan.
– Formalisasi kerjasama, fleksibilitas kerjasama dalam jangka panjang dan dapat menerima dan menyesuaikan perubahan.
– Stabilitas kerjasama
– Tingkat stabilitas dalam CC ditentukan oleh sifat anggota dalam soal motivasi, kebutuhan bergabung dan lain-lain.

  • Melakukan pendekatan model badan usaha non koperasi/swasta/persero atas saham kepemilikan.

Akses permodalan pinjaman dan bantuan dari luar negeri.

Tugas I Ekonomi Koperasi (Bab 1,2,3)

Fariz Gibran (1A213866)

BAB I: PENGERTIAN DAN DASAR-DASAR KOPERASI

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu:
1. Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi;
2. Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.
Pada Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 (Revisi 1998), disebutkan bahwa karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.
Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, dimana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut Sisa Hasil Usaha atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota.

KONSEP KOPERASI
Munkner dari university of manburg, jerman barat membedakan konsep koperasi menjadi dua: konsep koperasibarat dan konsep koperasi sosialis. Hal ini di latarbelakangi oleh pemikiran bahwa pada dasarnya, perkembangan konsep-konsep yang bersal dari Negara-negara berpaham sosialis, sedangkan konsep berkembang dinegara dunia ketiga merupakan perpaduan dari kedua konsep tersebut.
a. KONSEP KOPERASI BARAT
Konsep koperasi barat menyatakan bahwa koperasi merupakan organisasi swasta, yang dibentuk sukarela oleh orang-orang yang mempunyai persamaan kepentingan dan dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahaannya.

Dampak langsung koperasi terhadap anggotanya adalah:
• Promosi kegiatan ekonomi anggota
• Pengembangan usaha koperasi dalam hal investasi formulasi permodalan, pengembangan sumber daya manusia(SDM), pengembangan keahlian untuk bertindak sebagai wirausahawan, dan kerjasama antarkoperasi secara horizontal dan vertical.

Dampak koperasi secara tidak langsung adalah:
• Pengembangan kondisi sosial ekonomi sejumlah produsen skala kecil maupun pelanggan
• Mengembangkan inovasi pada perusahaan skala kecil,misalnya inovasi teknik dan metode produksi
• Memberikan distribusi pendapatan yang lebih seimbang dengan pemberian harga yang wajar antara produsen dengan konsumen, serta pemberian kesempatan yang sama pada koperasi dan perusahaan kecil.

b. KONSEP KOPERASI SOSIALIS
Konsep koperasi sosialis menyatakan bahwa koperasi direncankan dan dikendalikan oleh pemerintah, dan di bentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.

c. KONSEP KOPERASI NEGARA BERKEMBANG
Munkner hanya membedakan koperasi berdasar konsep barat dan konsep sosialis. Sementara itu di dunia ketiga, walaupun masih mengacu pada kedua konsep tersebut, namun koperasinya sudah berkembang dengan cirri tersendiri,yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan. Adanya campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan koperasi di Indonesia membuatnya mirip dengan konsep sosialis. Perbedaanya adalah, tujuan koperasi dalam konsep sosialis adalah untuk merasionalkan factor produks dari kepemilikan kolektif, sedangkan koperasi di Negara berkembang seperti di Indonesia, tujuanya adalah meningkatkan kondisi social ekonomi anggotanya.

LATAR BELAKANG KOPERASI
a. Hubungan Ideologi, Sistem Perekonomian, dan Aliran Koperasi
Ideologi Sistem Perekonomian Aliran Koperasi
Liberalisme/Kapitalisme Sistem Ekonomi Bebas Liberal Yardstick
Komunisme / Sosialisme Sistem Ekonomi Sosialis Sosialis
Tidak termasuk Liberalisme dan Sosialisme Sistem Ekonomi Campuran Persemakmuran (Commonwealth)
Perbedaan ideology suatu bangsa akan mengakibatkan perbedaan system perekonomiannya dan tentunya aliran koperasi yang dianutpun akan berbeda. Sebaliknya, setiap system perekonomian suatu bangsa juga akan menjiwai ideology bangsanya dan aliran koperasinya pun akan menjiwai system perekonomian dan ideologi bangsa tersebut.
b. Aliran Koperasi
Secara umum aliran koperasi yang dianut oleh pelbagai negara di dunia dapat dikelompokan berdasarkan peran gerakan koperasi dalam system perekonomian dan hubungnnya dengan pemerintah. Paul Hubert Casselman membaginya menjadi 3 aliran.

• Aliran Yardstick
• Aliran Sosialis
• Aliran Persemakmuran (Commonwealth)

Aliran Yardstick
Aliran ini pada umumnya dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut system perekonomian liberal. Menurut aliran ini, koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan, dan mengoreksi berbagai keburukan yang ditimbulkan oleh system kapitalisme. Walaupun demikian, aliran ini menyadari bahwa organisasi koperasi sebenarnya kurang berperan penting dalam masyarakat, khususnya dalam system dan struktur perekonomiannya. Pengaruh aliran ini cukup kuat, terutama di negara-negara barat dimana industri berkembnag dengan pesat dibawah system kapitalisme.
Aliran Sosialis
Menurut aliran ini koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, di samping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi. Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.
Aliran persemakmuran
• Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.
• Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat
• Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat “Kemitraan (partnership)”, dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

“Kemakmuran Masyarakat Berdasarkan Koperasi” karangan E.D. Damanik
Membagi koperasi menjadi 4 aliran atau schools of cooperatives berdasarkan peranan dan fungsinya dalam konstelasi perekonomian negara, yakni :
• Cooperative Commonwealth School
• School of Modified Capitalism / School of Competitive Yardstick
• The Socialist School
• Cooperative Sector School
*Cooperative Commonwealth School
• Aliran ini merupakan cerminan sikap yang menginginkan dan memperjuangkan agar prinsip-prinsip koperasi diberlakukan pada bagian luas kegiatan manusia dan lembaga, sehingga koperasi memberi pengaruh dan kekuatan yang dominan di tengah masyarakat.
• M. Hatta dalam pidatonya tgl. 23 Agustus 1945 dg judul “Indonesia Aims and Ideals”, mengatakan bahwa yang dikehendaki bangsa Indonesia adalah suatu kemakmuran masyarakat yang berasaskan koperasi (what we Indonesias want to bring into existence is a Cooperative Commonwealth)
*School of Modified Capitalism (Schooll Yardstick)
Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai suatu bentuk kapitalisme, namun memiliki suatu perangkat peraturan yang menuju pada pengurangan dampak negatif dari kapitalis
* The Socialist School
Suatu paham yang menganggap koperasi sebagai bagian dari sistem sosialis
* Cooperative Sector School
Paham yang menganggap filsafat koperasi sebagai sesuatu yang berbeda dari kapitalisme maupun sosialisme, dan karenanya berada di antara kapitalis dan sosialis

SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI
a. Sejarah Lahirnya Koperasi
Koperasi di gagas oleh Robert Owen (1771-1858), ia menerapkannya di usaha pemintalan kapas. kemudian dilanjutkan pada tahun 1844 di rochdale, inggris. di tahun itulah lahirnya koperasi modern yang berkembang dewasa ini. dan pada tahun 1852 pertumbuhan koperasi sudah mulai terlihat banyak, di inggris saja sudah mencapai 100 unit. dan pada tahun 1862 di bentuklah pusat koperasi pembelian “the cooperative whole sale society” (CWS)
Pada tahun 1848 koperasi berkembang di jerman. perkembangan tersebut di pelopori oleh ferdinan lasallen dan fredrich w. raiffesen.. mereka menganjurkan untuk para petani menyatukan diri untuk membentuk organisasi simpan pinjam.
Setelah melalui beberapa rintangan, akhirnya mereka dapat mendirikan Koperasi dengan pedoman kerja sebagai berikut :
1. Anggota Koperasi wajib menyimpan sejumlah uang
2. Uang simpanan boleh dikeluarkan sebagai pinjaman dengan membayar bunga.
3. Usaha Koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat agar tercapai kerjasama yang erat.
4. Pengurusan Koperasi diselenggarakan oleh anggota yang dipilih tanpa mendapatkan upah
5. Keuntungan yang diperoleh digunakan untuk membantu kesejahteraan masyarakat
Dan pada tahun 1896 di london terbentuk lah ICA (international cooperative alliance) dan pada tahun ini koperasi dianggap sebagai suatu gerakan international.

b. Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia

Bangsa Indonesia yang terkenal dengan sifat kekeluargaan dan kegotongroyongan, sifat tersebut dijadikan dasar atau pedoman pelaksanaan koperasi diIndonesia. Di masa penjajahan Belanda, gerakan koperasi pertama di Indonesia lahir dari inisatif tokoh R. A. Wiriaatmadja pada tahun 1986. Wiriaatmadja, patih Purwokerto ( Banyumas ) ini berjasa menolong para pegawai, pedagang kecil dan petani bebas dari lintah darat melalui koperasi. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, beliau dibantu oleh E. Sieberg, Asisten Residen Purwokerto, mendirikan Hulp-enSpaar Bank. Cita-cita Wiriaatmadja ini juga mendapat dukungan dari Wolf van Westerrode, pengganti Sieberg. Mereka mendirikan koperasi kredit sistem Raiffeisen.

Gerakan koperasi semakin meluas bersamaan dengan munculnya pergerakan nasional menentang penjajahan. Berdirinya Boedi Oetomo, pada tahun 1908 mencoba memajukan koperasi rumah tangga ( koperasi konsumsi ). Serikat Islam pada tahun 1913 membantu memajukan koperasi dengan bantuan modal dan mendirikan Toko Koperasi. Pada tahun 1927, usaha koperasi dilanjutkan oleh Indonesische Studie Club yang kemudian menjadi Persatuan Bangsa Indonesia ( PBI ) di Surabaya. Partaui Nasional Indonesia ( PNI ) di dalam kongresnya di Jakarta berusah menggelorakan semangat kooperasi sehuingga kongres ini sering juga disebut “ kongres koperasi”.

Setelah bangsa Indonesia merdeka, pemerintah dan seluruh rakyat segera menata kembali kehidupan ekonomi. Sesuai dengan tuntutan UUD 1945 pasal 33, perekonomian Indonesia harus didasrkan pada asas kekeluargaan. Dengan demikian, kehadiran dan peranan koperasi di dalam perekonomian nasional Indonesia telah mempunyai dasar konstitusi yang kuat.

Pada awal kemerdekaan, koperasi berfungsi untuk mendistribusikan keperluan masyarakat sehari-hari di bawah Jawatan Koperasi, Kementerian Kemakmuran. Pada tahun 1946, berdasarkan hasil pendaftaran secara sukarela yang dilakukan Jawatan Koperasi terdapat sebanyak 2.500 buah koperasi. Koperasi pada saat itu dapat berkembang secara pesat.
Namun karena sistem pemerintahan yang berubah-ubah maka terjadi titik kehancuran koperasi Indonesia menjelang pemberontakan G30S / PKI. Partai-partai memenfaatkan koperasi untuk kepentingan partainya, bahkan ada yang menjadikan koperasi sebagai alat pemerasan rakyat untuk memperkaya diri sendiri, yang dapat merugikan koperasi sehingga masyarakat kehilangan kepercayaannya dan takut menjadi anggota koperasi.
Setelah melewati berbagai kendala dan masalah, pembangunan baru dapat dilaksanakan setelah pemerintah berhasil menumpas pemberontakan G30S / PKI. Pemerintah bertekad untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Kehadiran dan peranan koperasi dalam perekonomian nasional merupakan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat, sampai sekarang koperasi diIndonesia masih tetap ada dan terus dikembangankan.Bahkan saat ini hampir semua sekolah-sekolah diberbagai tingkat dan beberapa perkantoran memiliki koperasi didalamnya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan anggotanya.


BAB II: PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

PENGERTIAN KOPERASI

Penjelasan UUD 1945 menyatakan bahwa bangunan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa indonesia adalah koperasi. Koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat yang dijalankan berdasarkan asas kekeluargaan. inti dari koperasi adalah kerja sama, yaitu kerja sama di antara anggota dan para pengurus dalam rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan perekonomian nasional. Sebagai gerakan ekonomi rakyat, koperasi bukan hanya milik orang kaya melainkan juga milik oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Berikut ini adalah landasan koperasi Indonesia yang melandasi aktifitas koperasi di Indonesia :
• • Landasan Idiil ( pancasila )
• • Landasan Mental ( Setia kawan dan kesadaran diri sendiri )
• • Landasan Struktural dan gerak ( UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 )
Koperasi adalah juga gerakan yang terorganisasi yang didorong oleh cita – cita rakyat mencapai masyarakat yang maju, adil dan makmur seperti yang diamanatkan oleh UUD 1945 khususnya pasal 33 ayat (1) yang menyatakan bahwa : “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Dan “bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi”. Karena dorongan cita – cita rakyat itu, undang – undang tentang perkoperasian No. 25 Tahun 1992 menyatakan bahwa koperasi selain badan usaha juga adalah gerakan ekonomi rakyat. Beberapa definisi koperasi yang didapatkan dari berbagai sumber, sebagai berikut :

a. Definisi Koperasi Menurut ILO ( International Labour Organization )
Definisi koperasi yang lebih detail dan berdampak internasional diberikan oleh ILO sebagai berikut :
“Cooperative defined as an association of persons usually of limited means, who have voluntarily joined together to achieve a common economic end thorough the formation of a democratically controlled business organization, making equitable contribution to the capital required and accepting a fair share of risk and benefits of undertaking”.
Dalam definisi ILO tersebut, terdapat 6 elemen yang dikandung koperasi sebagai berikut :
• Koperasi adalah perkumpulan orang – orang ( Association of persons ).
• • Penggabungan orang – orang tersebut berdasar kesukarelaan ( Voluntarily joined together ).
• • Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai ( to achieve a common economic end ).
• • Koperasi yang dibentuk adalah satu organisasi bisnis ( badan usaha ) yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis ( formation of a democratically controlled business organization )
• • Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan ( making equitable contribution to the capital required )
• • Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang ( Accepting a fair share of the risk and benefits of the undertaking ).

b. Definisi Koperasi Menurut Chaniago
Arifinal Chaniago (1984) dalam bukunya Perkoperasian Indonesia memberikan definisi, “Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya”.

c. Definisi Koperasi Menurut Hatta

Menurut Hatta, untuk disebut koperasi, sesuatu organisasi itu setidak – tidaknya harus melaksanakan 4 asas. Asas – asas tersebut adalah :

  1. Tidak Boleh dijual dan dikedaikan barang – barang palsu
  2. harga barang harus sama dengan harga pasar setempat
  3. Ukuran harus benar dan dijamin
  4. Jual beli dengan Tunai. Kredit dilarang karena menggerakan hati orang untuk membeli di luar kemampuannya

d. Definisi Koperasi Menurut Munkner

Munkner mendefinisikan koperasi sebagai organisasi tolong – menolong yang menjalankan “urus niaga” secara kumpulan, yang berazaskan konsep tolong – menolong. Aktivitas dalam urus niaga semata – mata bertujuan ekonomi, bukan social seperti yang dikandung gotong – royong.

e. Definisi Koperasi Menurut Undang – Undang No. 25 Tahun 1992
Undang – undang No. 25 tahun 1992, memberikan definisi “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.
Berdasarkan batasan koperasi, koperasi Indonesia mengandung 5 unsur sebagai berikut :
• • Koperasi adalah badan usaha ( Business Enterprise )
• • Koperasi adalah kumpulan orang – orang dan atau badan – badan hokum koperasi
• • Koperasi Indonesia adalah koperasi yang bekerja berdasarkan “prinsip – prinsip koperasi”
• • Koperasi Indonesia adalah “Gerakan Ekonomi Rakyat”.
• • Koperasi Indonesia “berazaskan kekeluargaan”
f. Definisi Koperasi Menurut Dr. Fay
Dr. Fay pada tahun 1908 memberikan definisi, “Koperasi adalah suatu perserikatan dngan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa, sehingga masing – masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan kesempatan mereka terhadap organisasi”.

g. Definisi Koperasi Menurut Calvert
Calvert dalam bukunya The Law and Principles Of Cooperation memberikan definisi, “Koperasi adalah organisasi orang – orang yang hasratnya dilakukan secara sukarela sebagai manusia atas dasar kesatuan untuk mencapai tujuan masing – masing”.

h. Definisi Koperasi Menurut ICA ( International Cooperation Allience )
ICA dalam bukunya “The Cooperative Principles” karangan P.E. Weraman memberikan definisi sebagai berikut, “ Koperasi adalah kumpulan orang – orang atau badan hokum yang bertujuan untuk perbaikan social ekonomi anggotanya dengan memenuhi kebutuhan anggotanya dengan jalan saling membantu antara satu dengan yang lainnya dengan cara membatasi keuntungan, usaha tersebut harus didasarkan atas prinsip – prinsip koperasi”.

i. Definisi Koperasi Menurut Prof. Marvin, A. Schaars.
Prof.Marvin, A. Schaars, seorang guru besar dari University Of Wisconsin, Madison USA, memberikan definisi “A Coorperative is a business voluntary owned and controlled by is member patrons, and operated for them and by them an a non profit or cost basis”. Yang artinya, “Koperasi adalah suatu badan usaha yang secara suka rela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota yang adalah juga pelanggannya dan dioperasikan oleh mereka dan untuk mereka atas dasar nirlaba atau atas dasar biaya”.

j. Definisi Koperasi Menurut Undang – undang Koperasi India
Undang – undang Koperasi India tahun 1904 yang diperbaharui pada tahun 1912 memberikan definisi, “Koperasi adalah organisasi masyarakat atau kumpulan orang – orang yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan atau mengusahakan kebutuhan ekonomi para anggotanya sesuai dengan prinsip – prinsip koperasi”.

TUJUAN KOPERASI

Tujuan utama koperasi adalah mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
Dalam BAB II Pasal 3 Undang – undang RI No. 25 Tahun 1992, menyatakan bahwa koperasi bertujuan untuk:
“Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang – undang Dasar 1945”.
Menurut Bang Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil.
Selanjutnya fungsi koperasi tertuang dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, yaitu:
• Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
• Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
• Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai gurunya.
• Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

PRINSIP – PRINSIP KOPERASI

Prinsip – prinsip koperasi adalah garis –garis penuntun yang digunakan oleh koperasi untuk melaksanakan nilai – nilai tersebut dalam praktik.
• Prinsip pertama : keanggotaan Sukarela dan Terbuka
Koperasi – koperasi adalah perkumpulan – perkumpulan sukarela, terbuka bagi semua orang yang mampu menggunakan jasa – jasa perkumpulan dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa diskriminasi jender, social, rasial, politik atau agama.
• Prisip kedua : Pengendalian oleh Anggota Secara demokratis
Koperasi – koperasi adalah perkumpulan – perkumpulan demokratis yang dikendalikan oleh para anggota secara aktif berpartisipasi dalam penetapan kebijakan – kebijakan perkumpulan dan mengambil keputusan – keputusan. Pria dan wanita mengabdi sebagai wakil – wakil yang dipilih, bertanggung jawab kepada para anggota. Dalam koperasi primer anggota – anggota mempunyai hak – hak suara yang sama ( satu anggota, satu suara ), dan koperasi pada tingkatan – tingkatan lain juga di atur secara demokratis.
• Prinsip ketiga : Partisipasi Ekonomi Anggota
Anggota – anggota menyumbang secara adil dan mengendalikan secara demokrasi modal dari koperasi mereka. Sekurang – kurangnya sebagian dari modal tersebut biasanya merupakan milik bersama dari koperasi. Anggota – anggota biasanya menerima kompensasi yang terbatas, bilamana ada, terhadap modal. Anggota – anggota membagi surplus – surplus untuk sesuatu atau tujuan – tujuan sebagai berikut :
* Pengembangan koperasi – koperasi mereka
* Kemungkinan dengan membentuk cadangan sekurang – kurangnya sebagian padanya tidak dapat dibagi – bagi
* Pemberian manfaat kepada anggota – anggota sebanding dengan transaksi – transaksi mereka dengan koperasi
* Mendukung kegiatan – kegiatan yang disetujui oleh anggota
• Prinsip keempat : Otonomi Dan Kebebasan
Koperasi – koperasi bersifat otonom, merupakan perkumpulan – perkumpulan yang menolong diri sendiri dan dikendalikan oleh anggota – anggotanya. Koperasi – koperasi mengadakan kesepakatan –kesepakatan dengan perkumpulan – perkumpulan lain, termasuk pemerintah, atau memperoleh modal dari sumber – sumber luar, dan hal itu dilakukan dengan persyaratan – persyaratan yang menjamin adanya pengendalian anggota – anggota serta dipertahankannya ekonomi koperasi.
• Prinsip kelima : Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi
Koperasi – koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi anggota – anggotanya, para wakil yang dipilih, manajer dan karyawan, sehingga mereka dapat memberikan sumbangan yang efektif bagi perkembangan koperasi – koperasi mereka. Mereka memberi informasi kepada masyarakat umum, khususnya orang – orang muda pemimpin – pemimpin opini masyarakat mengenai sifat dan kemanfaatan – kemanfaatan kerjasama.
• Prinsip keenam : Kerjasama diantara Koperasi
Koperasi – koperasi akan dapat memberikan pelayanan paling efektif kepada para anggota dan memperkuat gerakan koperasi dengan cara bekerja sama melalui struktur – struktur local, nasional, regional, dan internasional.
• Prinsip ketujuh : Kepedulian Terhadap Komunitas
Koperasi – koperasi bekerja bagi pembangunan yang berkesinambungan dari komunikasi – komunitas mereka melalui kebijakan – kebijakan yang disetujui oleh anggota – anggotanya.
Beberapa prinsip – prinsip koperasi yang didapatkan dari berbagai sumber, sebagai berikut :
1. Prinsip menurut Munkner
Hans H. Munkner menyarikan 12 prinsip koperasi yang ditunkan dari 7 variabel gagasan umum sebagai berikut :
• 7 variabel gagasan umum :
1. Menolong diri sendiri berdasarkan kesetiakawanan ( self-help based on solidarity )
2. Demokrasi ( democracy )
3. kekuatan modal tidak diutamakan ( neutaralited Capital )
4. ekonomi ( Economy )
5. Kebebasan ( Liberty )
6. Keadilan ( Equity )
7. Memajukan kehidupan social melalui pendidikan ( Social Advancement Through Education )
• 12 Prinsip koperasi :
1. Keanggotaan bersifat sukarela (Valuntarily membership )
2. Keanggotaan terbuka ( Open membership )
3. Pengembangan anggota ( Member Promotion )
4. Identitas sebagai pemilik dan pelanggan ( Identity of co-owners and customers )
5. Manajemen dan pengawasan dilaksanakan secara demokratis (Democratic management and control)
6. Koperasi sebagai kumpulan orang – orang ( Personal Cooperation)
7. Modal yang berkaitan dengan aspek social tidak dibagi (Indivisible social capital)
8. Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi (Economic efficiency of the cooperative enterprise)
9. Perkumpulan dengan sukarela ( Valuntarily association )
10. Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan (Autonomy in goal setting and the decision making)
11. Pendistribusi yang adil dan merata akan hasil – hasil ekonomi (Fair and just distribution of economic result)
12. Pendidikan anggota ( Member Education )

Prinsip menurut Rochdale ( Equitable Pioner’s Rochdale )
Prinsip – prinsip koperasi rochdale menurut bentuk dan sifat aslinya :
1. Pengawasan secara demokratis ( Democratic Control )
2. Keanggotaan yang terbuka ( Open membership )
3. Bunga atas modal dibatasi ( a fixed or limited interest on capital )
4. Pembagian sisa hasil usaha ( SHU ) kepada anggota sebanding dengan jasa masing – masing anggota ( The distribution of surplus in dividend to the members in proportion to their purchases )
5. Penjualan sepenuhnya dengan tunai ( Trading strictly on a cash basis )
6. Barang – barang yang dijual harus asli dan tidak dipalsukan ( Selling only pure and unadulterated goods )
7. Netral terhadap politik dan agama ( Political and religious neutrality )
Prinsip – prinsip koperasi Rochdale ini selanjutnya merupakan landasan kerja koperasi :
1. Pembelian barang secara tunai
2. Harga jual sama dengan harga barang pasar setempat
3. Mutu barang baik, timbangan dan ukurannya benar
4. Pemberian bunga atas modal dibatasi
5. Keuntungan dibagi berdasarkan banyaknya pembelian
6. Sebagian keuntungan dipergunakan untuk cadangan dana pendidikan, dan dana social
7. Keanggotaan terbuka untuk umum, netral terhadap agama dan politik
Prinsip Raiffeisen adalah sebagai berikut :
1. Swadaya
2. Daerah kerja terbatas
3. SHU untuk cadangan
4. Tanggung jawab anggota tidak terbatas
5. Pengurus bekerja atas dasar kesukarelaan
6. Usaha hanya kepada anggota
7. Keanggotaan atas dasar watak, bukan uang
Untuk itu Raiffeisen memupuk modal dari para pemilik modal dengan bunga yang sangat rendah. Landasan dan cara kerja yang ditempuh oleh F.W Raiffeisen adalah :
1. Petani dibiasakan untuk menabung
2. Adanya pengawasan terhadap pemakaian kredit
3. Keanggotaan dibatasi agar antar anggota dapat saling mengenal dan dapat bekerja sama dengan baik
4. Pengelolaan oleh anggota dan tidak mendapat upah
5. keuntungan bersih menjadi milik bersama
Koperasi ini menjadi kredit union dan Basnk Perkreditan Rakyat yang kemudian dikenal sebagai Bank Raiffeisen.

Prinsip menurut Schulze
Untuk membentuk koperasi kredit atau Bank Tabungan Kredit adalah dengan cara :
1. Membeli saham untuk menjadi anggota
2. Mengumpulkan modal dari penyambung yang mau memberikan uangnya sebagai modal
3. Membatasi pinjaman untuk jangka pendek
4. Menetapkan wilayah kerja diperkotaan
5. Menggaji para pengurus
6. Membagi keuntungan kepada para anggota
Herman Schulze yang dikembangkan didaerah pinggiran kota ( urban ). Inti prinsip Herman Schulze adalah sebagai berikut :
1. Swadaya
2. SHU untuk cadanan dan untuk dibagikan kepada anggotanya
3. Tanggung jawab anggota terbatas
4. Pengurus bekerja dengan mendapatkan imbalan
5. . Usaha tidak terbatas tidak hanya untuk anggota
5. Prinsip menurut ICA ( International Cooperative Allience ) ICA ( International Cooperative alliance ) yang didirikan pada tahun 1895 merupakan organisasi gerakan koperasi yang tertinggi didunia.
Dalam BAB IV Undang – undang NO. 12 Tahun 1967 yang membahas asas dan sendi dasar koperasi, dimana dikatakan bahwa asas koperasi adalah kekeluargaan dan kegotong – royongan, sednagkan dalam sendi dasar koperasdi di antaranya dimasukan keanggotaan yang sukarela, pembagian sisa hasil usaha diatur menurut masing – masing anggota, pembatasan bunga atas modal dan sebagainya, yang semua ini oleh ICA dikelompokkan sebagai Cooperative Principles.
Sidang ICA pada tahun 1966 merumuskan prinsip – prinsip koperasi, dirinci sebagai berikut:
* Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat – buat ( Open and voluntarily membership )
* Kepimpinan yang demokrasi atas dasar satu orang satu suara (Democratic control – one member one vote)
* Modal menerima bunag yang terbatas, itupun bila ada ( Limited interest of capital )
* SHU dibagi tiga :
1) Sebagian untuk cadangan
2) Sebagian untuk masyarakat
3) Sebagian untuk dibagikan kembali kepada anggota sesuai dengan jasa masing – masing
* Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus (Promotion of Education)
* Gerakan koperasi harus melaksanakan kerja sama yang erat, baik di tingkat regional, nasional, maupu internasional (Intercooperative network)

Prinsip menurut M.M Coady
M.M Coady mengembangkan bentuk koperasi dengan cara mengadakan pendidikan kepada orang yang telah dewasa. Lembaga pendidikan formal yang membantu mengembangkan koprasi tersebut adalah Coady International Institute di Kanada.

Prinsip – prinsip koperasi Indonesia
* Menurut Undang – undang No.12 Yahun 1967
Jika dilihat dari sejarah perundang – undangan koperasi Indonesia, maka sejak Indonesia merdeka sudah ada empat undang – undang menyangkut perkoperasian, yaitu :
1) Undang – undang No. 79 Tahu 1958 tentang perkumpulan koperasi
2) Undang – undang No. 14 Tahun 1965
3) Undang – undang No. 12 Tahun 1967 tentang pokok- pokok perkoperasian
4) Undang – undang No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian
Prinsip – prinsip atau sendi – sendi dasar koperasi menurut undang – undang No. 12 tahun 1967, adalah sebagai berikut
1. Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap warga Negara Indonesia
2. Rapat Anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi dalam koperasi
3. Pembagian SHU diatur menurut jasa masing – masing anggota
4. Adanya pembatasan bunga atas modal
5. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya
6. Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
7. Swadaya, swakarta, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya diri sendiri
* Menurut Undang – undang No. 25 Tahun 1992
Prinsip – prinsip menurut undang – undang No. 25 tahun 1992 Pasal 5 dan yang berlaku saat ini di Indonesia disebutkan prinsip koperasi adalah sebagai berikut :
1) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2) Pengelolaan dilakukan secara demokratis
3) Pembagian Sisa Hasil Usaha ( SHU ) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing – masing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi)
4) Pemberian balas jasa terhadap modal terbatas
5) Kemandirian
6) Pendidikan perkoperasian
7) Kerjasama antar koperasi


BAB III: ORGANISASI DAN MANAJEMEN
1.Bentuk Organisasi Koperasi

> Bentuk Organisasi Menurut Hanel :
– Merupakan bentuk koperasi / organisasi yang tanpa memperhatikan bentuk hukum dan dapat didefiniskan dengan pengertian hukum.
– Suatu sistem sosial ekonomi atau sosial tehnik yang terbuka dan berorientasi pada tujuan.
– Sub sistem koperasi :
– individu (pemilik dan konsumen akhir)
– Pengusaha Perorangan/kelompok ( pemasok /supplier)
– Badan Usaha yang melayani anggota dan masyarakat

> Bentuk Organisasi Menurut Ropke :
– Koperasi merupakan bentuk organisasi bisnis yang para anggotanya adalah juga pelanggar utama dari perusahaan
– Identifikasi Ciri Khusus
– Kumpulan sejumlah individu dengan tujuan yang sama (kelompok koperasi)
– Kelompok usaha untuk perbaikan kondisi sosial ekonomi (swadaya kelompok koperasi)
– Pemanfaatan koperasi secara bersama oleh anggota (perusahaan koperasi)
– Koperasi bertugas untuk menunjang kebutuhan para anggotanya (penyediaan barang dan jasa)
– Sub sistem
– Anggota Koperasi
– Badan Usaha Koperasi
– Organisasi Koperasi

> Bentuk Organisasi Di Indonesia :
Merupakan suatu susunan tanggung jawab para anggotanya yang melalui hubungan dan kerjasama dalam organisasi perusahaan tersebut.
– Bentuk : Rapat Anggota, Pengurus, Pengelola dan Pengawas
– Rapat Anggota,
– Wadah anggota untuk mengambil keputusan
– Pemegang Kekuasaan Tertinggi, dengan tugas :
> Penetapan Anggaran Dasar
> Kebijaksanaan Umum (manajemen, organisasi & usaha koperasi)
> Pemilihan, pengangkatan & pemberhentian pengurus
> Rencana Kerja, Rencana Budget dan Pendapatan sertapengesahan Laporan Keuangan
> Pengesahan pertanggung jawaban
> Pembagian SHU
> Penggabungan, pendirian dan peleburan

2. Hirarki Penanggung Jawab Koperasi :

Rapat Anggota :
– Wadah anggota untuk mengambil keputusan
– Pemegang Kekuasaan Tertinggi, dengan tugas :
– Penetapan Anggaran Dasar
– Kebijaksanaan Umum (manajemen, organisasi & usaha koperasi)
– Pemilihan, pengangkatan & pemberhentian pengurus
– Rencana Kerja, Rencana Budget dan Pendapatan serta pengesahan Laporan Keuangan
– Pengesahan pertanggung jawaban
– Pembagian SHU
– Penggabungan, pendirian dan peleburan

Pengurus :
– Tugas
– Mengelola koperasi dan usahanya
– Mengajukan rancangan Rencana kerja, budget dan belanja koperasi
– Menyelenggaran Rapat Anggota
– Mengajukan laporan keuangan & pertanggung jawaban
– Maintenance daftar anggota dan pengurus
– Wewenang
– Mewakili koperasi di dalam & luar pengadilan
– Meningkatkan peran koperasi

Pengawas :
Perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya organisasi & usaha koperasi

UU 25 Th. 1992 pasal 39 :
– Bertugas untuk melakukan pengawasan kebijakan dan pengelolaan koperasi
– Berwenang untuk meneliti catatan yang ada & mendapatkan segala keterangan yang diperlukan

Pengelola :
– Karyawan / Pegawai yang diberikan kuasa & wewenang oleh pengurus
– Untuk mengembangkan usaha dengan efisien & profesional
– Hubungannya dengan pengurus bersifat kontrak kerja
– Diangkat & diberhentikan oleh pengurus

3. Pola Manajemen

Definisi Paul Hubert Casselman dalam bukunya bejudul“ The Cooperative Movement and someof its Problems” yang mengatakan bahwa :“Cooperation is an economic system with social content”. Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.
Unsur sosial yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara, cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam:
– Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam “one man one vote” dan “no voting by proxy”.
– Kesukarelaan dalam keanggotaan
– Menolong diri sendiri (self help)- Persaudaraan/kekeluargaan (fraternity and unity)
– Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota.
– Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya.

Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Menurut Prof. Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 unsur (perangkat) yaitu:
a). Anggota
b). Pengurus
c). Manajer
d). Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan

Tugas III Bahasa Inggris 2 – Conjunctions

Conjunctions

 

1. Not only that this person is very obnoxious, but also he is very judgmental toward the others.

Bukan hanya orang ini sangat menyebalkan, tapi juga dia sangat menghakimi orang lain.

 

2. Both me and Kevin are going to Ibe’s party tonight.

Baik saya dan Kevin akan pergi ke pestanya Ibe malam ini.

 

3. Neither Ryan or Ibe has done doing the english homework.

Baik Ryan atau Ibe belum mengerjakan tugas bahasa Inggris.

Tugas III Bahasa Inggris 2 – Letter of Inquiry

Letter of Inquiry

Fariz Gibran
Pesona Khayangan Blok BP no.1
Depok, West Java

June 12th, 2014

Johanna Fungsiwinata
Aksara Bookstore
Plaza Indonesia level 5 unit E02
Jl. MH. Thamrin Kav. 28-30
Jakarta 10350

Dear Ms. Johanna,

I am writing to inquire about job opportunities at Aksara Bookstore Plaza Indonesia. Your given information in Aksara’s official website highlights that you are in the process of expanding your marketing team and I am pleased to learn that your company may be in need of additional individuals with marketing background and hard working ethic. I will be graduating next month with Bachelor degree in Economic and I believe my education and experience make me a good fit for your company.

 

I already done as an intern in British Council Indonesia, as well as in Communication Office of University of Indonesia. Those experiences has provided me with strong work ethic and fluent communication skill that needed in marketing field. My specialty in communicate in foreign language, such as English and Japanese, should prove beneficial in performing the duties as marketing team. And I also has worked in Gramedia Bookstore for the past year as part-time worker in Marketing team. Therefore, I had honed my management and marketing skill in related field before. My enclosed resume and certificates provide additional information on my education and experience.

 

I look forward to an opportunity to discuss my qualifications and learn more about your company. Feel free to contact me at 0858-1481-3150. I am available at any day. I will be contacting you on June 16th to assure you received my application.

Thank you for your time and consideration.

Sincerely,

Fariz Gibran